Peringati Masa Bulan Ruwahan Menyambut Ramadhan, Desa Brojol Miri Sragen Giat Kerja Bakti Bersih Makam. Ini Harapan Warga Masyarakat
Masih menurutnya, kegiatan kerja bakti makam juga mengusung harapan kebaikan dan tradisi yang biasanya itu melibatkan massa dalam jumlah banyak serta digelar dengan cara sederhana.
"Tujuan bersih makam ini juga untuk nguri-uri budaya serta sebagai bentuk silaturahmi, saling memaafkan, dan sekaligus bersedekah. Biasanya per dusun masih banyak yang menggelar, lalu doa bersama," katanya.
Disinggung soal sejauh mana perhatian para tokoh hingga pemangku wilayah soal fasilitas umum tersebut, Sriyono menyampaikan selain adanya kotak amal juga adanya pengurus sampai tenaga bersih-bersih yang masing aktif dilakukan oleh warga tersendiri secara ditunjuk.
Namun menilik segi perhatian soal adanya fasilitas umum terkait makam tersebut, Dia mengatakan hanya tokoh tertentu saja dan pihak pemangku wilayah khususnya Pemerintahan sangat kurang menjamah perhatian terkait fasilitas yang digunakan masyarakat pada umumnya itu.
Hal itupun menurutnya berdampak menjadi keluhan warga tersendiri, karena pada dasarnya fasilitas umum selayaknya perlu adanya penataan dan perawatan yang dilakukan secara rutin. Disisi lain juga lokasi makam yang pertahun lambat laun mulai menyempit, otomatis lokasi yang digunakan bagi warga yang ketika ada pihak keluarganya meninggal dunia maka makin dibutuhkan lokasinya.
"Sebenarnya pernah kami usulkan mas soal berbagai wacana itu, baik tatanan, sampai kepengurusan lahan makam. Bahkan sebelah utara itu juga masih ada tanah kas desa. Kami juga sempat mengundang pihak Kepala Desa, namun juga belum terealisasi. Entah alasannya apa saya nggak tahu, sampai sekarang malah nggak ada kabarnya." bebernya.
Dilokasi yang sama, Ngadiyo (44) warga Dusun Brojol juga mengungkapkan hal yang sama terkait tradisi tersebut. Dia mengatakan dalam kepercayaan masyarakat Jawa memiliki banyak makna. Hal ini juga ditandai dengan pembagian sajian kepada tetangga dan saudara untuk mempererat keakraban, melalui kenduren ditempat sesepuh desa atau Ketua RT.
Hal itupun sebagai simbol perenungan dan introspeksi diri atas kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan selama ini. Dengan kata lain, sebagai manusia harus selalu ingat atas dosa-dosanya dan perenungan serta mendoakan para leluhur.
"Rutin seperti tradisi biasanya, warga Desa Brojol pada ruwahan merayakan berbagi makanan, doa dan sedekahan yang dilakukan secara bersama-sama dengan berkumpul di tempat sesepuh desa. Tapi pagi sebelumnya kegiatan bersama dengan membersihkan makam keluarga," ungkapnya.