Menunggu Gubenur Baru, 5 Wilayah di Banten Menuju Provinsi Tangerang Raya
•DAS Ujung Kulon yang meliputi wilayah bagian Barat Kabupaten Pandeglang (Taman Naional Ujung Kulon dan sekitarnya);
•DAS Cibaliung-Cibareno yang meliputi bagian Selatan wilayah Kabupaten Pandeglang dan bagian selatan wilayah Kabupaten Lebak;
•DAS Ciujung-Cidurian yang meliputi bagian Barat wilayah Kabupaten Pandeglang;
•DAS Rawadano yang meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang;
•DAS Teluklada yang meliputi bagian Selatan wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang; dan
•DAS Cisadane-Ciliwung yang meliputi bagian Timur wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Untuk tata air permukaan, wilayah Provinsi Banten sangat bergantung pada sumber daya air khususnya sumber daya air bawah tanah. Sampai saat ini, terdapat 5 satuan Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) yang telah di identifikasi, dengan sifat lintas Kabupaten/Kota, yakni CABT Labuan, CABT Rawadano dan CABT Malingping dan lintas Provinsi meliputi CABT Serang – Tangerang dan CABT Jakarta. Potensi dari masing-masing satuan cekungan air bawah tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
a.Satuan Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Labuan
CABT Labuan Sebagian besar (± 93%) mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak (± 7%) dengan luas sebesar ± 797 km². Adapun cekungan air bawah tanah memiliki perbatasan yakni dibagian barat adalah selat Sunda, bagian utara dan timur adalah batas pemisah air tanah dan di bagian selatan adalah batas tanpa aliran karena adanya perbedaan sifat fisik batuan. Jumlah imbuhan air bawah tanah bebas (air bawah tanah pada lapisan akuifer tak tertekan/akuifer dangkal) yang berasal dari air hujan terhitung sebesar ± 515 juta m3/tahun. Adapun pada tipe air bawah tanah yang terletak pada akuifer tertekan/akuifer dalam, terbentuk di daerah imbuhannya yang terletak mulai elevasi di atas 75 mdpl hingga daerah puncak Gunung Condong, Gunung Pulosari dan Gunung Karang;