Menilik Punden Bawang di Desa Poleng Gesi Sragen, Disebut Makam Joko Sampurno Putra dari Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya Pajang

Makam Joko Sampurno, putra tokoh legendaris Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya di Dukuh Bawang, Desa Poleng, Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen. (Dok)
Selasa, 14 Feb 2023  23:27

“Ya kamu kalau sowan ke Keraton bawalah ini, bawang merah besar. Tunjukan pada ayahmu bawang ini hasil pertanian. Kurang lebih seperti itu perkataan ibunya pada Joko Tingkir. Jika kamu akhirnya berhasil diakui olehnya, ketika pulang maka bawakanlah ibu sebuah batu maesan. Begitulah perintah Syekh Leduni kepada anaknya.” sambung Mbah Sastro. 

Alhasil, akhirnya dengan sowan yang kedua sambil membawa hasil pertanian berupa bawang membuahkan keberuntungan. Nasehat ibunya seperti menjadi petunjuk dan kode, Joko Sampurno pun diakui oleh Joko Tingkir sebagai anaknya. Saat pulang kembali ke rumah asal tempat bersama ibunya, Joko Sampurno tidak lupa pesan dimana untuk membawa sebuah batu maesan.

Mungkin sebagai sasmita atau petunjuk, sesampai dirumah melihat ibunya sudah meninggal dunia. Sebelum Syekh Leduni meninggal, ia sempat berpesan pada warga sekitar memberitahu kalau putranya yaitu Joko Sempurno adalah anak dari Sultan Hadiwijaya dari Kesultanan Pajang. Syekh Leduni pun kemudian meninggal, begitupun dengan pembantunya, dan karena menjadi sebatang kara, Joko Sampurno juga menetap didesa itu kemudian hingga tutup usia.

Dengan begitu, makam Syekh Leduni, Joko Sampurno, dan pembantunya kemudian dimakamkan di tempat yang sekarang bernama Punden Bawang jadi satu cungkup. 

Meskipun begitu, hingga kini Punden Bawang tetap menjadi salah satu makam di Desa Poleng yang cukup sakral oleh warga sekitar, maupun beberapa orang di luar desa yang tahu akan cerita soal makamnya. Beberapa warga sekitar seringkali ketika mendapat hal baik, ataupun hasil panen yang melimpah, pada bulan-bulan tertentu kerap melakukan sadranan di Punden Bawang. (Awi/Rizky) 

Berita Terkait
Selengkapnya