Map Merah di Ruang Musycab
"Kami semua benar-benar panik," aku Imanto.
Belum selesai dengan persoalan ini, sebagai imbas dari tertangkapnya Romahurmuziy, para Caleg DPR RI yang tadinya sudah mulai bersinergi dengan Imanto tiba-tiba menghilang bahkan nomor kontaknya pun tak bisa lagi dihubungi.
"Yang jadi persoalan adalah keberadaan saksi," kenang Imanto. "Pendanaannya yang sempat kita sepakati akan dilakukan bersama, dengan keadaan itu, menjadi tak jelas. Sementara hitung-hitungan kita, jika hanya mengandalkan kondisi DPC dan Caleg lokal saja, kita hanya bisa memenuhi angka Rp. 12 ribu per orang dan itu tidak mungkin."
Berangkat dari keadaan ini, di antara 'kekacauan' yang tak juga menemukan jalan keluar, untuk memenuhi Tanggungjawab dan kesetiaan kepada partai, Imanto kemudian mengajak para pengurus DPC PPP Lamteng bermusyawarah.
"Sebab jalan yang tersisa hanya satu yakni menggadaikan sertifikat kantor DPC," ungkap Imanto.
Karena itulah, setelah mendapatkan persetujuan, atas nama Ketua DPC, Imanto kemudian menguangkan sertifikat itu sehingga mesin partai yang sempat stagnan perlahan kembali bergerak.
"Namun ternyata Allah masih berkehendak lain. Meski sudah berupaya habis-habisan, Caleg kita tak satu pun ada yang lolos," tatapan Imanto menerawang agak jauh.
Maka setelah itu, upaya demi upaya terus dilakukannya untuk menembus sertifikat tanah kantor yang sudah tergadai itu dan dia terus mengupayakannya.
"Saya paham ini tidak mudah namun kami terus berusaha," tegas Imanto.