Kisahnya di Kenal Menjadi Tokoh Pendiri Kota Sragen, Inilah Jejak Perjalanan Pangeran Sukowati di Wilayah Tanon

 
Jumat, 05 Nov 2021  15:26

Pusat Pemerintahan Projo Sukowati yang ada di Desa Gebang ini pun akhirnya tercium oleh Kompeni Belanda yang bekerja sama dengan Kasunanan dan akan mengadakan penyerangan ke desa Gebang. Pasukan Gabungan antara Kompeni dan Pasukan dari Keraton Surakarta tersebut dipimpin oleh Patih Pringgalaya (Patih dari PB II).

Untung rencana tersebut diketahui oleh Petugas Sandi (Intetegent ) dan Pangeran Sukowati. Dengan berbagai pertimbangan maka Pusat Pemerintahan akan dipindahkan ke Desa Jekawal.

Dalam proses boyongan dari Gebang ke Jekawal “(Tangen)” tersebut melewati suatu Padepokan yang dipimpin oleh seorang kyai, yakni Kyai Srenggi.

Konon Kyai Srenggi ini adalah salah seorang Panglima Perang dari Sunan Amangkurat di Kartosuro, yang sebetulnya bernama asli Tumenggung Alap-Alap.

Untuk menghilangkan jejak beliau berganti nama Kyai Srenggi. Pada saat Pangeran Sukowati singgah di padepokan tersebut oleh Kyai Srenggi disuguhi Legen dan Polowijo. Pangeran Sukowati merasa sangat puas dan beliau bersabda bahwa tempat tersebut diberi nama “SRAGEN” dari kata “Pasarah Legen” dan Kyai Srenggi diberi sebutan Ki Ageng Srenggi.

Akhirnya Pangeran sukowati dalam perjalanan perangnya bergerak melewati berbagai desa, antara lain Desa Cemara, Tingkir, Wonosari hingga ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.

Akan tetapi karena sesuatu hal Pangeran Sukowati meninggal dunia dan dimakamkan di lokasi ini yaitu Dusun Pengkol tersebut.(Awi)

Berita Terkait
Selengkapnya