Insiden Bentrokan Kelompok Pesilat di Terminal Lama Sragen Tuai Sorotan, Polres Perketat Pengawasan dan FKPSS Singgung Soal Komitmen 16 Pengurus Perguruan
""Benar kejadian bentrok kedua kalinya menyusul pada sore waktunya sekitar habis Ashar dengan jumlah massa lebih banyak. Pada kejadian bentrok pertama tidak ada korban karena langsung berhasil dibubarkan, tapi saat bentrok kedua ini massa yang datang dari utara didominasi masih umur remaja. Ada yang tertinggal dan jatuh menjadi sasaran kelompok lain. Kelompok lain ini juga dari anggota perguruan silat yang berbeda pula,"" Imbuhnya.
Namun soal kaitan kejadian bentrokan tersebut hingga Senin siang kemarin dari pihak korban juga belum ada yang melapor ke Polres biarpun pihak kepolisian sendiri sudah meminta keterangan saksi yang terlibat dalam bentrok dua kelompok itu untuk dapat mengkroscek mengetahui kronologinya kejadian.
Disisi lain, selaku Ketua FKPSS Sragen, Heru Agus Santoso ikut angkat bicara menyikapi kejadian bentrok antara sekelompok pesilat dengan kelompok lain yang ada di Terminal Lama dan Gumantar, Karangmalang pada Minggu (9/7/2023) kemarin. Dia menyayangkan soal bentrok itu seharusnya tidak perlu terjadi kalau masing-masing anggota perguruan silat bisa menjaga komitmen untuk tidak konvoi setelah kegiatan.
Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) juga menghimbau terhadap 16 perguruan silat untuk tidak menggelar konvoi seusai menggelar kegiatan. FKPSS juga meminta komitmen 16 perguruan silat itu untuk menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah terutama momentum Suro.
Dari 16 perguruan yang tergabung dalam FKPSS pada dasarnya sudah sepakat tidak boleh ada insiden apa pun dan tidak boleh konvoi selama Suro. Karena pada dasarnya setiap akhir bulan pihak FKPSS menggelar rapat bersama dengan 16 pengurus perguruan. Soal konvoi yang terjadi Minggu sore itu disebut telah menyalahi komitmen yang dibangun bersama di FKPSS.
""Perguruan silat yang besar saja bisa diatur, yang lainnya harusnya juga bisa diatur. Biarpun komitmen itu tidak tertulis tetapi disepakati setiap ada sarasehan bersama. Sebelumnya sudah lancar, tidak ada konvoi, tetapi tahu-tahu ada konvoi lagi. Yang dikhawatirkan itu perguruan yang jumlah anggota besar. Tetapi ternyata mereka justru tertib. Harapan kami, seluruh perguruan memegang komitmen bersama dan menjaga kondusivitas Sragen,” ujar dia. (Awi)