Dua Tahun Revolusi Kertas Putih, Dukcapil Hemat Rp900 Miliar dan Warga Bisa Cetak Dokumen Mandiri

 
Senin, 27 Sep 2021  23:54

"Nggak masuk kuliah, beneran nggak masuk. Dia tidak bisa titip absen sehingga kita betul-betul mengembangkan perilaku baik. Jadi Layanan adminduk bisa mendorong penduduk berperilaku baik," kata Dirjen Dukcapil menandaskan.

Dengan digitalisasi layanan Dukcapil bertransformasi. Dulu dokumen KK berwarna biru sekarang dengan kertas putih biasa dengan TTE. Tidak ada lagi cap dan tanda tangan basah. Filenya bisa dicetak sendiri semuanya asli tak perlu legalisir. Setiap waktu dibutuhkan bisa _di-print out_ ulang. Semua itu bisa dilakukan karena Dukcapil sudah menghapuskan penggunaan kertas security diganti dengan kertas putih biasa.

Revolusi cetak dokumen kependudukan dengan kertas putih ternyata menghemat miliaran dana APBN. Selama 2 tahun terakhir Dukcapil berhasil menghemat Rp900 miliar. Dengan cara ini Dukcapil bertransformasi seperti perbankan, mendorong pelayanan lebih cepat, bisa 24 jam sehari karena sudah ada ADM, yaitu mesin ATM-nya Dukcapil. Pemohon bisa mencetak dokumen dari Anjungan Dukcapil Mandiri. Saat ini sebanyak 210 mesin ADM beroperasi di seluruh Indonesia.

Dirjen Zudan mengingatkan di era satu data kependudukan ini yang harus dijaga adalah perlindungan rahasia data pribadi. 

"Masyarakat berperan penting agar data pribadi tidak beredar di mana-mana. KTP-el, KK NIK, nomor _handphone_, rekening bank, banyak sekali di mesin pencarian Google. Ini karena masyarakat sering _meng-upload_ data pribadi mereka lewat WA, Line, IG, FB atau Telegram. Maka kurangi itu, yang _di-upload_ cukup nama dan NIK saja. Jangan foto selfie dengan dokumen kependudukan kita," katanya mengingatkan. 

Puspen Kemendagri

Berita Terkait
Selengkapnya