DPRD Sumsel Reses di SMAN 16 Palembang, Bahas Penambahan Fasilitas dan Kesejahteraan Guru
Dukungan Terhadap Guru Honorer
Selain membahas sarana pendidikan, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi terkait nasib guru honorer. Sasmeri Mulyati, S.Pd, guru PPKn dan pembina Pramuka di SMAN 16 Palembang, menyampaikan aspirasi mengenai status guru R2 dan R3 honorer, sistem penempatan paruh waktu dan penuh waktu, serta wacana penghapusan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.

"Saya yakin anggota DPRD Sumsel yang hadir akan membawa aspirasi ini, termasuk mengenai promosi guru honorer oleh Pemerintah Daerah Sumsel. Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak pada tenaga pendidik," ungkapnya.
Penampilan Seni dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam acara reses ini, para siswa SMAN 16 Palembang turut menampilkan berbagai keterampilan, seperti tari Tangga'i dan paduan suara, yang telah meraih prestasi di tingkat nasional. Kepala SMAN 16 Palembang, Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, M.M, menilai kegiatan reses ini sangat positif dan membuktikan bahwa anggota DPRD Sumsel bekerja keras dalam menyerap aspirasi masyarakat, termasuk dari dunia pendidikan.
"Kami berharap prestasi siswa dapat terus meningkat, dan semakin banyak lulusan SMAN 16 Palembang yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kami juga mengapresiasi para guru yang secara tulus membimbing siswa untuk meraih prestasi terbaik," katanya.
Turut hadir dalam acara ini Kasi Trantib Kelurahan Sako Wiryadi, Pengawas Pembina SMAN 16 Palembang Bambang Hermanto, S.Pd., M.M, Pengurus Komite yang diwakili Sekretaris Andi Supratman, SH., MH, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sako Bripka Abdurrahman.
Dengan adanya reses ini, diharapkan berbagai aspirasi dari SMAN 16 Palembang dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.(Manda)