Mafia proyek bermain dibelakang layar, uang pekerjaan dianggap: uang pinjaman

Proyek asrama Diklat kabupaten Muara enim
Kamis, 31 Jul 2025  18:23

“Kami rakyat kecil, tidak tahu apa-apa soal RAB. Kami hanya kerja. Tapi sekarang kami dijadikan kambing hitam,” akunya dalam nada getir.

Dalam suratnya, Dedek memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, KPK, BPK, hingga aparat hukum dan media untuk mengusut proyek ini.

Ia menyebut pekerjaan yang dilakukan menggunakan material tidak sesuai RAB, termasuk besi D16 banci dan plywood bekas, yang ditutup cepat-cepat untuk menghindari pantauan wartawan.

“Tolong bantu kami, wahai aparat hukum, wahai rakyat Indonesia. Kami bukan koruptor, kami cuma tukang,” tutup Dedek.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan. Dihubungi melalui telepon seluler, Rz sebagai Direktur perusahaan belum memberikan keterangan. Demikian pula saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, redaksi belum menerima konfirmasi dari yang bersangkutan. 

Begitu, kasus ini harus menjadi perhatian serius. Dugaan penyimpangan proyek dan pemaksaan kerja layaknya perbudakan era modern harus segera diusut. Apakah benar dana negara disalahgunakan dan para tukang dijadikan tameng saat muncul masalah?

Team lembaga Aliansi Indonesia akan terus mengawal kasus ini dan membuka ruang bagi para korban proyek lainnya untuk bersuara. (Tim)

Berita Terkait
Selengkapnya