Bentrokan di Keraton Solo Dua Kubu Saling Serang, 8 Orang Terluka Kepalanya Bocor dan Hidung Patah. Polisi di Terjunkan Siaga Dilokasi
Ajakan Menghormati PB XIII
Dani menyerukan agar pihak-pihak terkait tidak mengedepankan tindak kekerasan dalam penyelesaian masalah di Keraton Solo. Dia mengajak semua pihak menghormati PB XIII selaku Raja Keraton Solo.
“Tolong dong jangan penyelesaiannya dengan kekerasan. Ini Keraton ada rajanya, ada Sinuhun-nya, hormati beliau sebagai raja, sebagai keluarga, sebagai orang tua, sebagai kakak. Keraton ada aturan, ada adat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KP Eddy S Wirabhumi, sebelumnya menuturkan keributan pada Jumat malam membuat BRM Yudistira mengalami luka-luka akibat dipukul beberapa orang.
Keributan itu sendiri menurutnya terjadi ketika tiba-tiba 50-an orang datang dan memaksa menutup pintu Keraton Solo, termasuk pintu yang menjadi akses Keputren. Dia tak menyebut pasti dari mana asal 50 orang tersebut.
Eddy hanya menyebut mereka diduga dari pihak “sana”. Mereka berjumlah 50 orang lebih memaksa menutup pintu. Saat itu BRM Yudistira dan seorang cucu PB XIII memberi perlawanan hingga Yudistira luka karena dipukuli.
Menurut Eddy, luka juga dialami GRAy Devi Lelyana Dewi di tangannya diduga akibat keributan malam itu. Pada malam itu juga Devi melakukan visum ke rumah sakit.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi bersama jajarannya dapat masuk ke dalam kawasan Keraton Solo untuk memeriksa keadaan.
Sementara itu berdasarkan informasi dari kuasa hukum KRA Christophorus Aditiyas Suryo Admojonegoro, Agung Susilo, ada empat orang dipihaknya yang terluka.
"Iya. Dari satgas, 4 orang luka, bocor di kepala," katanya.