Mengenang Pakubuwono XIII, Raja Solo yang naik tahta diwarnai pertikaian
Meski begitu, Hangabehi tetap melanjutkan penobatan pada 10 September 2004 di Bangsal Manguntur Tangkil, Sitihinggil Lor. Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran bangsawan, cucu-cucu PB XII, serta utusan kerajaan dari berbagai daerah. Dukungan tiga sesepuh keraton mempertegas keabsahan Hangabehi sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.
Masa pemerintahannya bukan tanpa ujian. Ia mewarisi keraton yang terbelah dan harus berjuang memulihkan martabat istana di tengah sorotan publik.
Namun, di balik tekanan itu, PB XIII tetap setia pada misi pelestarian budaya. Upacara adat, seni tari klasik, dan pembinaan abdi dalem terus berjalan, menjadi bukti komitmennya menjaga napas tradisi Mataram.
Salah satu momen penting terjadi pada Juli 2009, ketika digelar upacara jumenengan untuk menandai masa kepemimpinannya.
Tari Bedhaya Ketawang yang merupakan tarian sakral yang hanya ditampilkan bagi raja yang berdaulat, kembali dipentaskan. Menariknya, Tedjowulan yang masih berselisih kala itu turut hadir, sebuah isyarat halus menuju rekonsiliasi.
Upaya perdamaian akhirnya benar-benar terwujud pada tahun 2012. Melalui mediasi antara DPR RI, Pemerintah Kota Solo di bawah Joko Widodo, serta keluarga besar keraton, kedua pihak mencapai kesepakatan.
Tedjowulan mengakui Hangabehi sebagai Pakubuwono XIII yang sah dan menerima gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung, sekaligus dipercaya menjabat Mahapatih. Titik temu itu menandai berakhirnya perpecahan dan awal pemulihan wibawa Kasunanan Solo Hadiningrat.
Di bawah kepemimpinan PB XIII, keraton kembali tegak sebagai pusat kebudayaan Jawa. Ia dikenal sederhana, penuh welas asih, dan berusaha merangkul semua pihak. Sosoknya memadukan keteguhan seorang raja dengan kelembutan seorang penjaga warisan leluhur.
Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2 November 2025 menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Solo dan trah Mataram. Dua dekade pemerintahannya dikenang sebagai masa kebangkitan kembali keraton dari perpecahan menuju persatuan.