DPRD Geram Uang hasil infak siswa SD/SMP tiap jumat se-Kota Tangerang untuk biaya umroh para guru

Program Infak Sekolah yang di salahgunakan
Minggu, 29 Sep 2024  08:02

“Sebagai perwakilan rakyat, saya mempertanyakan tujuan dari program islah ini. Mengapa tidak ada koordinasi sebelumnya dengan pihak terkait?” ujar Abah.

Menurutnya, berbagai kebutuhan itu seharusnya sudah diakomodasi oleh program-program yang ada, seperti Tangerang Cerdas (Tangcer), Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

“Apakah pungutan infaq ini benar-benar diperlukan ketika sudah ada program pemerintah untuk membantu siswa yang membutuhkan?” tambahnya.

“Jangan dilihat dari nilai 2000 nya jika dikalikan sekian ribu orang dalam satu bulan bisa mencapai satu miliar kurang lebih,” jelas Abah.

“Sumbangan Rp 2.000 per minggu mungkin terlihat kecil, tapi bagi sebagian orang tua yang penghasilannya terbatas, itu bisa menjadi beban. Masih banyak wali murid yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

“Kenapa harus pakai dana siswa untuk umroh guru? Jadi tanda tanya besar. Siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tidak seharusnya dibebani untuk hal-hal seperti ini,” ucapnya.

Lalu bicara tentang pembangunan musala, lanjutnya, bisa ditangani oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

“Jadi, tidak perlu ada dua kebijakan yang berjalan bersamaan. Jangan sampai program tersebut malah membuat kebingungan di masyarakat,” Pungkasnya.

Terpisah, Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib mengatakan, program ISLAH tidaklah wajib karena sodaqoh bersifatnya sukarela. Program diniatkan untuk menggali seluruh protensi umat yang ada di Kota Tangerang.

Berita Terkait
Selengkapnya