IWO Indonesia Guncang Kejari OKI: Korupsi Dana Desa, Dana Hibah KPU OKI Diseret ke Publik”

Usai aksi, DPD IWO Indonesia OKI langsung menyampaikan laporan resmi ke Kejari OKI terkait sejumlah dugaan kasus, di antaranya dugaan korupsi dana desa di Burnai Timur, Gajah Makmur, serta dugaan pungli SPMB di SMAN 1 Kayuagung.
Aliaman berharap aksi ini dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan terhadap pembangunan dan sektor pendidikan.
“Kami berharap ke depan praktik pungli di sekolah tidak terulang, dan pengelolaan dana desa dilakukan secara transparan. Jangan sampai laporan ada, tetapi fisik kegiatan tidak ada atau fiktif,” tegasnya.
Ia juga kembali menekankan pentingnya kepastian hukum dalam setiap penanganan perkara.
“Jika terbukti, segera proses dan penjarakan. Namun jika tidak terbukti, hentikan perkara (SP3) dan sampaikan secara terbuka kepada publik,” pungkasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri OKI melalui Kasi Intel Agung Setiawan, didampingi Kasi Pidsus Parid Purnomo, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan insan pers.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam IWO Indonesia OKI yang telah menyampaikan aspirasi. Perkara yang sedang kami tangani masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.
Ia juga mempersilakan masyarakat untuk melaporkan temuan dugaan korupsi secara resmi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari OKI agar dapat diregistrasi dan ditindaklanjuti.