Siklon tropis, bencana alam paling merusak kedua setelah gempa bumi
Banjir dan tanah longsor melanda 11 kabupaten di Sumatera Utara termasuk Kota Sibolga dan Tapanuli Selatan.
BMKG juga mencatat potensi angin kencang dan gelombang laut setinggi 1.25-4.0 meter di berbagai wilayah seperti Selat Malaka bagian tengah hingga Samudra Hindia barat Aceh.
2. Malaysia
Di Malaysia, Siklon Tropis Senyar menyebabkan banjir besar di Semenanjung Malaysia. Lebih dari 21.000 warga di 10 negara bagian harus dievakuasi, dan setidaknya satu korban jiwa tercatat.
3. Thailand
Thailand Selatan mengalami banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 46 orang dan berdampak pada 3,2 juta penduduk. Hat Yai menjadi wilayah terdampak paling parah dengan air setinggi hingga 2 meter.
Daerah yang Terancam Dampak Siklon Tropis Senyar
Meski bergerak menjauhi Indonesia, BMKG tetap mencatat potensi cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Utara. Di Sumatera Barat, hujan lebat hingga sangat lebat masih mungkin terjadi, sementara Riau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Gelombang tinggi hingga 4 meter juga berpotensi muncul di Selat Malaka bagian utara, perairan Aceh, hingga Samudera Hindia sebelah barat.
Pada saat yang sama, BMKG juga memperingatkan cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Koto yang tumbuh di Laut Filipina dan kini berada di Laut Cina Selatan. Dampaknya berupa hujan lebat di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, serta gelombang tinggi di Laut Natuna Utara.
Saat Siklon Tropis Senyar memasuki wilayah Sumatera pada 26 November 2025, hujan ekstrem terjadi lebih luas dibanding hari sebelumnya. Badai ini melakukan landfall di Langsa, dekat perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.
Data curah hujan 24 jam dari BMKG menunjukkan enam stasiun di Sumatera bagian utara mencatat curah hujan ekstrem di atas 150 mm, dengan intensitas tertinggi mencapai 302,2 mm di Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara.