Polri perkuat kerja sama dengan FBI hadapi kejahatan global
Beberapa modus yang menjadi perhatian, antara lain pig butchering, love scam, business email compromise, phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto dan aplikasi digital.
Karena itu, Polri berharap kerja sama dengan FBI diperkuat, terutama dalam pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, serta pemulihan aset hasil kejahatan.
Selain kejahatan siber, kapolri juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan ancaman terorisme yang memanfaatkan ruang digital, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan manusia.
"Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” ujar Listyo.
Kapolri berharap kunjungan direktur FBI menjadi momentum untuk memperluas pertukaran informasi, memperkuat kerja sama operasional, serta meningkatkan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang penegakan hukum.
"Polri berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional," pungkasnya.