Kapolda Sumsel Tegaskan Kesiapan Personel Jelang Operasi Ketupat Musi 2026
Dalam arahannya, Kapolda Sumsel juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.
Sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel turut hadir mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut, di antaranya Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, Dir Lantas Kombes Pol Maesa Soegriwo, Dir Samapta Kombes Pol M. Rendra Salipu, Dir Binmas Kombes Pol Hari Purnomo, serta Dansat Brimob Kombes Pol Susnadi.
Kehadiran pimpinan lintas fungsi ini menunjukkan bahwa pengamanan Lebaran dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai satuan fungsi kepolisian.
Momentum Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti peningkatan aktivitas masyarakat yang signifikan, mulai dari kegiatan ibadah, tradisi mudik, perjalanan silaturahmi, hingga meningkatnya mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi.
Situasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan distribusi bahan pokok dan BBM, hingga potensi kejahatan di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik.
Melalui Latpraops Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel mematangkan manajemen operasi agar pengamanan dapat dilaksanakan secara terencana, terukur, dan efektif.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa seluruh persiapan pengamanan Ramadan dan Idul Fitri berjalan sesuai rencana operasi yang telah disusun.
Menurutnya, Operasi Ketupat Musi merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam memastikan keamanan selama momentum besar nasional tersebut.
“Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan rasa aman dan layanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan selama Ramadan, masa mudik, hingga perayaan Idul Fitri. Ini adalah momen kami membuktikan bahwa Polri hadir untuk rakyat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.