Trisula Wedha: Pengetahuan Suci Penghapus Kebatilan, Kunci Perubahan Zaman Menurut Maung ‑ Rajawali
Ia wajib memahami hukum alam, mampu membaca tandatanda zaman, serta merasakan penderitaan rakyat terdalam sebelum menetapkan kebijakan.
Nilai ini menyatu dengan lambang Trisula sebagai senjata Dewa Siwa—simbol pemusnah kebatilan dan pembersih tatanan yang kotor.
“Jayabaya ingin menegaskan satu hal penting: kehancuran tatanan lama yang rusak tidak perlu dicapai dengan pertumpahan darah atau kekuatan militer.
Kebatilan akan runtuh total oleh kekuatan ilmu pengetahuan, kesadaran ma’rifat, dan keluhuran budi pekerti yang sah di bawah restu Ilahi,” papar Ketua Umum MAUNGRAJAWALI. Sabtu (20/06/26).
Hukum keseimbangan alam pun tercermin dalam pepatah kuno: Sing salah bakal seleh. Artinya, siapa pun yang bersalah, akhirnya akan menyerah, jatuh, dan meletakkan kekuasaannya dengan cara yang memalukan.
Kejayaan semu mereka akan berubah menjadi penyakit dan kutukan materi bagi diri sendiri maupun keturunannya.
Banyak penguasa korup yang akhirnya mengalami tekanan batin luar biasa, depresi, hingga kehilangan kewarasan saat seluruh topeng kemunafikan mereka terbuka lebar di hadapan publik.
Kajian ini ditutup dengan seruan singkat namun bermakna: “Eling lan Waspada” — ingatlah selalu dan tetaplah waspada. Sebab, menurut petuah leluhur, kekuatan perubahan besar itu tidak datang dari luar, melainkan dari kemenangan kebenaran di dalam hati setiap warga bangsa.
(Team)