33 Negara Imbau Warga Siapkan Stok Darurat? DPP RAJAWALI: Bukan Ketakutan, Tapi Kewaspadaan yang Bijaksana

 
Jumat, 30 Okt 2026  13:54

PERNYATAAN DPP RAJAWALI:

"Dunia sedang menghadapi dinamika yang tidak sederhana. Banyak negara maju sekalipun kini mendorong warganya untuk siap siaga. Ini bukan berarti krisis pasti terjadi besok. Namun ini adalah pengingat berharga: kesiapan adalah kunci. Lebih baik siap lebih dulu daripada terlambat menyesal," tegas Hadysa Prana Ketua Umum DPP RAJAWALI.

Pihaknya menegaskan pentingnya sikap yang seimbang:

"Kami tidak ingin masyarakat panik atau berlebihan menimbun barang yang justru memicu kelangkaan. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap realitas. Menyimpan cadangan wajar di rumah — makanan, air, obat penting — adalah langkah bijaksana setiap keluarga. Bukan karena kita pesimis, tapi karena kita bertanggung jawab atas keselamatan keluarga kita sendiri." Tuturnya. Jumat (30/10/26). 

DESAKAN & SARAN DPP RAJAWALI:

Pertama — Pemerintah Indonesia Perlu Sosialisasi Kesiapsiagaan yang Jelas: Mengingat Indonesia rawan bencana alam, DPP RAJAWALI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun panduan sederhana yang disebarkan ke masyarakat: apa yang perlu disiapkan, berapa lama disimpan, dan cara menjaganya agar tidak terbuang sia-sia. Sosialisasi dilakukan dengan tenang, tidak menakut-nakuti, namun membangun kesadaran.

Kedua — Siapkan dengan Bijak, Jangan Berlebihan: Menyimpan stok untuk 3–7 hari sudah cukup untuk kebutuhan darurat awal. Menimbun berlebihan justru merugikan orang lain dan menyebabkan kerugian ekonomi pribadi. Putar rotasi stok agar makanan dan obat selalu dalam kondisi baik dan tidak kedaluwarsa.

Ketiga — Perkuat Ketahanan Pangan Lokal: Ketergantungan pada rantai pasokan panjang membuat kita rentan. Masyarakat didorong kembali menanam pangan sederhana di halaman rumah — sayuran, cabai, tanaman obat. Ketahanan pangan dimulai dari rumah masing-masing.

Keempat — Pantau Informasi dari Sumber Terpercaya: Di tengah banyaknya informasi yang beredar, periksa kebenarannya sebelum bertindak. Percayai informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga resmi. Hindari menyebarkan berita yang memicu kepanikan.

Berita Terkait
Selengkapnya