Dari Pertempuran Lima Hari Lima Malam, Kapolda Sumsel Wariskan Semangat Juang Polisi kepada Generasi Kini
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa anjangsana tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya merawat sejarah perjuangan Polri di Sumatera Selatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan ikatan kekeluargaan yang tidak terputus. Jejak perjuangan dan pengorbanan almarhum AKBP Agoestjik Bakri pada masa revolusi harus menjadi energi dan inspirasi bagi seluruh personel Polda Sumsel saat ini. Ketangguhan beliau mengingatkan kita bahwa tugas polisi adalah pengabdian kepada masyarakat dan negara,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Menurutnya, semangat Hari Juang Polri harus mendorong setiap personel untuk memahami bahwa pengabdian kepolisian memiliki akar sejarah yang panjang. Nilai perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja profesional, keberanian dalam menjalankan tugas, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Anjangsana ke keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel merawat memori perjuangan polisi pejuang sekaligus memperkuat hubungan emosional antara institusi Polri dengan keluarga para pendahulu. Semangat perjuangan dari masa revolusi tersebut kini diteruskan melalui pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta melayani masyarakat di Bumi Sriwijaya.
Melalui momentum Hari Juang Polri 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi sumber nilai bagi generasi Polri untuk terus melanjutkan estafet pengabdian dengan integritas, keberanian, dan kepedulian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(Hanny**)