Kunjungi SMAN 1 Barus Tapteng, Gibran pastikan layanan pendidikan pascabencana berjalan optimal
"Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita," ujarnya.
Salah seorang guru kelas 12, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah saat banjir melanda. Menurutnya, hampir seluruh ruang kelas dan kantor sekolah terendam air dan lumpur.
"Jadi, mulai jam tiga sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam enam sore," ujarnya.
"Kursi-kursi siswa banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir," lanjutnya menjelaskan.
Keterbatasan fasilitas tersebut turut dirasakan para siswa. Salah seorang siswa kelas 12, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu memenuhi kembali berbagai fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir.
Sebagai bentuk dukungan, Wapres Gibran pun memberikan sejumlah bantuan fasilitas yang diharapkan pihak sekolah dan siswa seperti laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan belajar mengajar lainnya.
Selain juga memerintahkan pejabat terkait untuk melakukan koordinasi terkait pemenuhan kebutuhan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Wapres Gibran menegaskan, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak.
Lebih dari itu, pemulihan harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, produktif, dan mandiri, sekaligus membangun infrastruktur serta layanan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.