Kasus Bakar Lahan Oknum Anggota Dewan Dan Teror Ketua HMI Mempawah, RAJAWALI: Keduanya Harus Ditindak Tegas Secara Transparan
Bogor - Aliansinews id. Video yang menampilkan oknum Anggota DPRD Mempawah sedang membakar lahan yang nantinya akan ditanami bibit kelapa sawit kembali memicu kemarahan publik, Senin (21 08-2026).
Video yang diunggah akun TikTok @Bang Choy pada Jumat (18/9/2026) tersebut kini telah ditindaklanjuti oleh Sat Reskrim Polres Mempawah, yang memanggil yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan pada Minggu (20/9/2026) sore. Yang bersangkutan diantar langsung oleh Ketua DPRD Mempawah, Safruddin Asra.
Di tengah masyarakat Kalimantan Barat masih berjuang melawan dampak kabut asap dan kebakaran hutan serta lahan yang terus berlangsung, DPN Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Pusat melalui Sekretaris Jenderal, Krista Hadi Wijaya, menyampaikan pernyataan resmi sekaligus sorotan komprehensif terkait rangkaian persoalan yang menyertai peristiwa ini.
PERNYATAAN TEGAS SEKJEN DPN RAJAWALI
Dalam keterangannya, Krista Hadi Wijaya menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan sekadar menjadi perhatian sesaat, mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan yang sudah berlangsung berbulan-bulan dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"Di tengah masyarakat masih berjuang melawan dampak karhutla yang sudah berbulan-bulan mengganggu kesehatan, aktivitas, dan kelestarian lingkungan, tindakan oknum pejabat publik yang justru terlihat membakar lahan untuk kepentingan perkebunan sawit adalah contoh yang sangat tidak patut dan mencederai kesadaran bersama. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas, objektif, dan transparan.
Masyarakat berhak mengetahui hasil penyelidikan: apakah ini pelanggaran hukum, bagaimana izin lahannya, dan siapa saja yang terlibat. Jangan sampai kasus ini selesai dengan sekadar teguran lisan," tegas Sekjen DPN Rajawali. Senin (21/09/26).
"Kami juga sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan intimidasi yang dialami oleh Ketua HMI Mempawah yang telah berani menyuarakan kebenaran.