Nyawa Driver Jadi Taruhan! Sistem Target Ritase PT Shoka Chandra Armada (SCADA) Diduga Paksa Sopir Ngebut

Unit kendaraan PT Scada
Selasa, 17 Mar 2026  11:35

Tidak hanya menghadapi risiko kecelakaan, para driver juga harus berhadapan dengan protes masyarakat di sekitar Desa Patra Tani yang terdampak aktivitas angkutan batu bara. Warga mengeluhkan debu, kerusakan jalan, hingga retaknya sejumlah rumah akibat lalu lintas kendaraan berat.
Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memicu konflik antara masyarakat dan para sopir di lapangan.

“Kami juga sering menghadapi masyarakat yang protes. Mereka marah karena debu dan jalan rusak, bahkan ada rumah yang retak. Kami takut kalau sampai terjadi hukum rimba di lapangan,” katanya.

Menurut pengakuan driver tersebut, tekanan kerja semakin meningkat setelah adanya pengaturan jam operasional angkutan batu bara dari pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, yang disebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah serta rencana pembangunan flyover khusus angkutan batu bara di Sumatera Selatan yang pernah disampaikan oleh Gubernur Herman Deru.

Dengan waktu operasional yang terbatas tersebut, perusahaan disebut menaikkan target ritase hingga 6 kali perjalanan per hari dengan bayaran sekitar Rp45.000 per ritase.

Tekanan target tersebut diduga membuat banyak sopir terpaksa mengemudi secara agresif demi mengejar waktu. Kondisi ini disebut telah memicu sejumlah insiden kecelakaan di jalur hauling.

Salah satu kejadian terbaru bahkan disebut menyebabkan truk tronton terguling hingga mengakibatkan seorang driver mengalami patah tangan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, pihak HSE (Health, Safety and Environment) perusahaan disebut membenarkan adanya insiden kecelakaan yang melibatkan driver angkutan batu bara tersebut.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar mengenai penerapan standar keselamatan kerja di perusahaan angkutan batu bara tersebut. Jika benar terjadi pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), maka perusahaan dapat berhadapan dengan sanksi dari otoritas terkait, termasuk pengawasan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan instansi pengawas sektor pertambangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Shoka Chandra Armada (SCADA) belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tekanan target ritase serta dugaan pelanggaran standar keselamatan kerja yang dialami para driver( Tim)

Berita Terkait
Selengkapnya