Festival Generasi Islam Kreatif 2026, Pesantren Nurul Qomar Perkuat Fondasi SDM Palembang
Pembina Ponpes Nurul Qomar, Dr. H. R. Wijaya, M.Si, Ph.D, mengatakan Festival Generasi Islam Kreatif 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi potensi santri, baik dari sisi intelektual, spiritual, maupun keterampilan hidup.
“Kami ingin membentuk generasi muda yang islami, cerdas, serta memiliki mental dan spiritual yang tangguh. Pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada teori,” ujarnya.
Delapan Tangkai Lomba Asah Kognitif hingga Fisik-Motorik
Prof. Wijaya mengungkapkan, festival ini diisi dengan delapan tangkai lomba yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga kemampuan fisik-motorik dan kreativitas santri.
“Pemahaman Islam harus mencakup penafsiran, penghayatan, dan implementasi. Santri harus mampu menampilkan Islam yang hidup dan membumi dalam kehidupan sosial,” jelasnya.
Islam Inklusif, Bukan Tafsir Sempit dan Eksklusif
Lebih lanjut, Prof. Wijaya menekankan pentingnya menghadirkan pemahaman Islam yang inklusif dan mudah dipahami oleh generasi muda serta masyarakat luas.
“Islam tidak boleh dipersempit oleh tafsir-tafsir eksklusif yang sulit dijangkau. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan wajah Islam yang terbuka, humanis, dan rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
(Hanny)