Banjir di Cirebon makin tinggi, warga 7 kecamatan pilih bertahan di rumah
Perangkat Desa Jungjang Wetan, Egi Suwarno mengatakan, banjir berasal dari luapan Sungai Winong dan Sungai Karangdawa yang masuk deras ke pemukiman.
Sebagian warga yang saat itu tengah beristirahat tak mampu menyelamatkan harta benda mereka karena derasnya arus dan cepatnya kenaikan air.
“Banjir ini datang malam hari pas banyak warga sedang istirahat, sehingga tidak sempat mengevakuasi barang-barang,” katanya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eko Handi mengatakan, BPBD telah menyebar personelnya di 15 desa terdampak banjir.
"Petugas juga terus berupaya mengevakuasi lansia maupun ibu hamil yang terjebak banjir," ujarnya.
Saat ini, kondisi banjir di Cirebon belum menunjukkan tanda-tanda berangsur surut.
Petugas mengimbau masyarakat yang memilih bertahan untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu hujan kembali turun dan menyebabkan peningkatan debit air kiriman dari hulu.