Pencatutan Nama Ketua PWI Sumsel Marak Jelang Ramadan, BPAN-LAI Minta Aparat Bertindak
“Jika ada pihak yang mengatasnamakan Ketua PWI Sumsel atau pengurus PWI untuk meminta uang atau bantuan tertentu, kami minta agar segera dikonfirmasi kebenarannya kepada pengurus resmi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah hukum apabila tindakan pencatutan nama tersebut terus berlanjut dan merugikan organisasi maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia (DPD BPAN-LAI) Sumatera Selatan, Syamsuddin Djoesman, turut menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan pencatutan nama Ketua PWI Sumsel oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan sekaligus mengklaim dirinya sebagai pimpinan organisasi tersebut.
Menurut Syamsuddin, tindakan mengatasnamakan pejabat atau pimpinan organisasi tanpa dasar yang sah merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Selain menyesatkan masyarakat, praktik tersebut juga berpotensi merusak reputasi lembaga serta menimbulkan keresahan di tengah publik
Ia menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kerap memanfaatkan nama tokoh atau pejabat publik, terlebih menjelang momentum bulan suci Ramadan yang sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi
Syamsuddin juga mendorong agar persoalan ini dapat ditindaklanjuti secara hukum apabila terbukti terdapat unsur penipuan maupun pencatutan identitas.
“Jika benar ada pihak yang mencatut nama pimpinan organisasi untuk kepentingan tertentu, maka hal tersebut harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan korban di masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai pejabat atau pimpinan organisasi tanpa adanya kejelasan identitas dan legalitas, serta segera melakukan konfirmasi kepada pihak terkait apabila menerima permintaan yang mencurigakan.