Dinilai tidak layak, Siswa tidak mau makan menu MBG dari SPPG Sukamaju di Garut
Seorang ibu, orangtua siswa di sekolah di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mempertanyakan menu makanan bergizi gratis (MBG) yang dinilainya tidak layak yang untuk sekolah di desa tersebut.
Ibu yang minta namanya tidak disebutkan itu menuturkan, sudah dua bulan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamaju menyediakan MBG untuk anaknya yang bersekolah di salah satu SD dan TK di Desa Sukamukti, namun menu lauknya didominiasi oleh telur.
“Hampir tiap hari menunya telur terus. Entah telur bulat, telur mata sapi, telur dibumbui, pokoknya hampir tiap hari telur terus,” ujarnya melalui sambungan telepun, Jumat (21/8/2026).
Dia menambahkan, dalam seminggu (5 hari sekolah), paling hanya satu-dua hari yang lauknya daging ayam, itupun sekedarnya, sisanya selalu telur.
Saat ditanya berapa perkiraan nilai menu yang disediakan, ibu tersebut menjawab paling banter Rp 6 ribu.

“Kalau dengan lauk telur, sayur sekedarnya, buahnya juga jeruk yang asem, kalau beli di warung paling 5 ribu, kalau mau ditinggikan paling banter 6 ribu Rupiah,” tegasnya.
Siswa tidak mau makan
Lebih lanjut ibu tersebut menuturkan, dulu MBG boleh dibawa pulang karena siswa tidak mau makan, tapi sekarang tidak boleh lagi dibawa pulang.