273 siswa dan 43 guru keracunan MBG di Pati, SPPG Gembong 1 ditutup sementara

Jumlah siswa dan guru yang diduga keracunan di Pati terus bertambah.
Kamis, 10 Sep 2026  01:41

Dugaan sementara di lapangan mengarah pada keterlambatan distribusi makanan MBG. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orek tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.

Kepala MTs Negeri 3 Pati Zaenal Arifin mengatakan, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab kejadian. Namun, muncul dugaan makanan terlambat didistribusikan sehingga dikonsumsi siswa dan guru dalam kondisi yang tidak sesuai dengan jadwal biasanya.

Menurut Zaenal, makanan MBG biasanya tiba dan dibagikan sekitar pukul 11.20 WIB. Namun, pada hari kejadian, makanan baru tiba setelah pukul 12.00 WIB.

Keterlambatan juga terjadi di SMP Negeri 1 Gembong. Kepala sekolah Istiana mengatakan, makanan MBG biasanya sudah tiba sebelum jam istirahat pertama sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, pada Rabu makanan baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB.

"Kami pun langsung membagikan makanan tersebut karena label pada tray (ompreng makan) menginstruksikan MBG harus dimakan sebelum pukul 12.00," ujar Istiana.

Tak lama setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa dan guru mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Kondisi tersebut memicu kepanikan di sekolah dan membuat sejumlah ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

SPPG ditutup sementara

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pimpinan Satgas MBG yang juga Plt Bupati Pati Risma Adhi Chandra memutuskan menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1.

Penutupan dilakukan untuk kepentingan investigasi, evaluasi, dan mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Berita Terkait
Selengkapnya