Diduga aniaya staf, Ketua DPRD Bone dari Gerindra dilaporkan ke Polisi. CCTV tiba-tiba rusak
Nama Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, mendadak menjadi perbincangan publik setelah dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD Bone.
Politisi muda dari Partai Gerindra tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga menganiaya staf DPRD akibat persoalan kue buat tamu.
"Iya, sudah masuk laporannya sekaitan dugaan penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/7).
Laporan yang dilayangkan Yuli Nofita Sari (29) tersebut disebabkan dirinya mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong.
Dugaan penganiayaan itu dengan cara menyiramkan air serta melempar botol sambal saat berada di kantin DPRD Bone, Rabu (22/7) kemarin.
Yuli adalah staf dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Ketua DPRD Bone memanggil saya ke kantin. Setelah sampai di kantin, satu bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol [sambal] lombok," kata Yuli kepada wartawan.
Akibat kejadian itu, kata Yuli dirinya langsung melapor ke Polres Bone setelah tidak menerima perlakukan Ketua DPRD Bone tersebut dan diselesaikan secara hukum.
"Sudah saya laporkan Ibu Ketua DPRD Bone secara resmi di Polres Bone," ujarnya.