DPC LSM Maung Kubu Raya Sorot Jembatan Roboh: Pemerintah Harus Bertindak Cepat, Jangan Hanya Janji

 
Minggu, 24 Mei 2026  12:01

Bogor - Aliansinews id. Kondisi jembatan penghubung utama antara Desa Kubu dan Desa Teluk Nangka, Kecamatan Kubu, yang ambruk dan tidak bisa dilintasi lagi sejak Rabu (20/5/2026), mendapat sorotan keras dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Monitor Aparatur Untuk Negara (MAUNG) Kabupaten Kubu Raya. 

Organisasi yang dikenal kritis dan mengawal kepentingan rakyat ini menilai kejadian tersebut sangat merugikan masyarakat dan menjadi bukti lemahnya pemeliharaan serta perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Pernyataan resmi dan sikap organisasi disampaikan langsung oleh Bendahara DPC MAUNG Kubu Raya, Bapak Yanto, atas nama Ketua DPC Kabupaten.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk tidak hanya memberikan janji, tetapi segera turun tangan dan bertindak nyata demi mengembalikan akses vital warga yang kini terputus total.

“Kami di DPC MAUNG Kubu Raya sangat memperhatikan kejadian ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan urat nadi transportasi dan perekonomian bagi puluhan ribu warga dari Desa Kubu, Teluk Nangka, Jangkang, Kampung Baru, hingga wilayah sekitarnya.

Sekarang jembatan roboh, akses lumpuh, warga kesulitan berpergian, hasil bumi susah dipasarkan, dan aktivitas harian terganggu parah,” ungkap Yanto saat dimintai keterangan, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan informasi di lapangan, jembatan tersebut ambruk sekitar pukul 05.00 WIB pagi hari akibat terhantam tumpukan sampah, kayu, dan tumbuhan liar yang terbawa arus sungai yang sedang tinggi dan deras.

Struktur bangunan yang sudah berusia puluhan tahun dan kondisinya memang sudah diketahui mulai rapuh, akhirnya tidak kuat menahan tekanan tersebut hingga bagian tengah amblas dan kini tidak layak sama sekali dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

Pihak pemerintah kabupaten dan provinsi menyebutkan bahwa rencana pembangunan ulang sudah ada, namun dijadwalkan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang dengan nilai anggaran mencapai Rp25 miliar. Informasi ini justru memicu kekecewaan dan kritik tajam dari DPC MAUNG Kubu Raya.

Berita Terkait
Selengkapnya