Buka IGIC 2026, Menag Tegaskan Peran Imam Sebagai Duta Perdamaian Dunia

IGIC dijakarta
Sabtu, 26 Sep 2026  17:11

Gagasan tersebut menjadi bagian dari pembahasan ekoteologi yang diangkat dalam IGIC 2026. Menag memandang masjid dapat dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan kepentingan keagamaan dengan persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Menag juga menyampaikan rencana untuk memperluas semangat IGIC melalui pertemuan dengan para pemimpin rumah ibadah dari agama lain. Forum lintas agama tersebut akan diarahkan untuk membicarakan persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama.

“Insyaallah kelanjutan daripada International Grand Imam Conference ini, kami juga akan menggagas pertemuan dengan pimpinan-pimpinan rumah-rumah ibadah lain non-muslim, pimpinan-pimpinan Katolik, gereja, rumah-rumah ibadah yang lain. Mari kita undang duduk bersama, karena tema sentral kita semua umat beragama adalah sama,” ungkap Menag. 

Ia menambahkan, kerja sama tersebut penting untuk memperkuat rasa persaudaraan kemanusiaan. Menag bahkan memperkenalkan gagasan _ukhuwah makhluqiyah_, yakni persaudaraan sebagai sesama makhluk.

“Bahkan ada satu ukhuwah selain _ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah,_ dan _ukhuwah Islamiyah_. Ada satu konsep _ukhuwah_ yang lain mungkin perlu kita kembangkan, _ukhuwah makhluqiyah._ Persaudaraan kita sebagai sesama makhluk,” jelasnya. 

*49 Delegasi dari 39 Negara*

IGIC 2026 mempertemukan para pemimpin keagamaan dari berbagai negara untuk membahas kontribusi kepemimpinan agama terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian global.

Ketua Panitia IGIC 2026, M Sabilul Alif, menyampaikan bahwa hingga pembukaan kegiatan, terkonfirmasi hadir, 49 delegasi internasional dari 39 negara. Para delegasi terdiri atas Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia.

“Hari ini telah terkonfirmasi 49 delegasi internasional dari 39 negara yang terdiri atas para Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia,” jelasnya.

Berita Terkait
Selengkapnya