DPP Gencar Dorong Reformasi Penegakan Hukum Humanis, Keamanan Palembang Bukan Hanya Tanggung Jawab Polisi

Kapolrestabes Palembang didampingi pengurus Gencar Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026  13:56

PALEMBANG, Aliansinews"— 

Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) mendorong perubahan paradigma penegakan hukum di Indonesia agar tidak semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mengedepankan keadilan substantif, perlindungan martabat manusia, dan pemulihan bagi korban.

Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertajuk "Mewujudkan Penegakan Hukum yang Humanis" yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gencar di Kota Palembang. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi pendekatan penegakan hukum sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, akademisi, media, pemuda, dan organisasi masyarakat sipil.

Ketua Umum DPP Gencar, Charma Afrianto, SE, menegaskan bahwa penegakan hukum yang humanis bukan berarti menghilangkan ketegasan terhadap pelanggaran. Sebaliknya, pendekatan tersebut harus mampu menempatkan hukum secara proporsional dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan memastikan keadilan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Charma mengapresiasi kehadiran serta pemaparan Kapolrestabes Palembang dan pihak Kejaksaan Negeri dalam forum tersebut. Menurutnya, persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya mengandalkan kepolisian.

Ia menyoroti fenomena balapan liar dan tawuran yang melibatkan anak muda di Kota Palembang, yang berdasarkan pemaparan Kapolrestabes menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

"Tadi Pak Kapolres menyampaikan fenomena di Kota Palembang terkait maraknya balapan liar hingga tawuran anak muda tiap malam. Kasihan juga kerja polisi sampai tidak tidur ngurusi balap liar," ujar Charma.

Ia menilai, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan penindakan semata. Pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan berbagai elemen masyarakat perlu membangun lingkungan sosial yang mampu memberikan ruang positif bagi generasi muda.

"Maksud saya, dengan acara ini, Forkopimda dan Pemerintah Kota jangan membebankan masalah keamanan ini hanya kepada polisi. Ciptakan ekosistem investasi, sosial, dan ekonomi yang baik sehingga anak-anak muda ini memiliki saluran yang positif," tegasnya.

Berita Terkait
Selengkapnya