Tim terpadu percepat pemulihan infrastruktur di Sumut pasca banjir dan longsor
"Untuk listrik dan air, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara sebagian sudah pulih. Untuk Tapanuli Tengah, masih belum sehingga menggunakan genset. Untuk Sibolga, sudah diperbaiki oleh PLN, sempat pulih tetapi hari ini ada gangguan lagi namun sudah kami koordinasikan, besok akan ditinjau langsung," jelas Suharyanto.
Distribusi logistik sudah dapat dilakukan baik melalui darat, laut, maupun udara. Logistik ke Sibolga kini masuk melalui jalur laut.
"Adanya insiden logistik (penjarahan) dua hari lalu dan kemarin di Sibolga, sekarang sudah kondusif. Dan kebutuhan logistik dari Sibolga dan Tapanuli Tengah, didatangkan lewat laut dari akses di Sibolga," ungkapnya.
Pemerintah juga menyiapkan 500 ton beras untuk mencegah krisis pangan di dua kabupaten terdampak di Sumatera Utara.
Percepat pemulihan infrastruktur
Secara paralel, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah, TNI AD, dan berbagai mitra telah mengerahkan 12 alat berat tambahan untuk mempercepat penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Total 56 ekskavator telah bekerja sejak 30 November 2025.
Fokus pekerjaan meliputi pembukaan alur sungai, pengerukan sedimen, pembukaan akses jalan, serta mendukung proses pencarian korban.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan upaya penanganan dilakukan terpadu melalui sejumlah balai teknis di Sumatera.
Dalam dua hari terakhir, sepuluh alat berat bekerja simultan dan berhasil membuka 30 km jalur dari total 60 km.