Menang dramatis lawan Inggris, Argentina tantang Spanyol di final Piala Dunia 2026
Morgan Rogers dan Reece James berulang kali mengeksploitasi ruang di belakang Nicolas Tagliafico, hingga akhirnya kombinasi keduanya melahirkan gol pembuka.
Namun, setelah tertinggal, Scaloni melakukan penyesuaian yang mengubah wajah pertandingan.
Alih-alih terus memaksakan permainan pendek di tengah lapangan yang mudah dipatahkan Inggris, Argentina mulai memainkan bola lebih cepat ke kedua sisi lapangan.
Messi diberi kebebasan bergerak ke area kanan untuk menerima bola tanpa tekanan langsung, sementara Nicolas Tagliafico dan Giuliano Simeone lebih agresif membantu serangan dari sisi sayap.
Masuknya Nicolas Gonzalez dan Lautaro Martinez juga mengubah karakter lini depan Argentina.
Jika Julian Alvarez lebih sering bergerak membuka ruang, Lautaro tampil sebagai target man yang terus mengancam kotak penalti Inggris melalui duel udara.
Perubahan lainnya terlihat pada distribusi bola. Cristian Romero dan Enzo Fernandez mulai lebih berani mengirim umpan vertikal yang memotong lini tengah Inggris sehingga tekanan tinggi The Three Lions tidak lagi efektif.
Inggris terlalu bertahan
Setelah unggul 1-0, Inggris perlahan kehilangan inisiatif menyerang. Thomas Tuchel memilih menurunkan garis pertahanan dan mempertahankan keunggulan melalui blok rendah (low block).