Korban main hakim sendiri di Tabanan 3 hari tak pulang cari Rp2,7 juta biaya sekolah anak

Keluarga korban main hakim sendiri di Tabanan, Bali.
Senin, 27 Jul 2026  18:22

Fakta mengejutkan di balik kematian seorang pria berinisial KD mengembuskan napas akibat menjadi korban main hakim sendiri di Tabanan, Bali, ternyata belum pulang tiga hari demi mencari uang untuk membayar iuran sekolah anaknya.

"Suami saya sudah pergi tiga hari, mungkin dia mencari uang untuk bayar iuran sekolah anak saya sebesar Rp 2,7 juta," kata istri korban, Putu Dewi Suryatini yang diunggah ulang akun Instagram @bulelengtoday, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, suaminya pergi untuk mencari nafkah tidak berpamitan kepada dirinya dan anak-anaknya.

"Memang ekonomi kami terbatas, suami tidak berpamitan waktu dia pergi. Kita tahu dari keluarga, karena ada yang memberitahu," ujarnya lagi.

Dari hasil pernikahan dengan korban, Putu Dewi mengaku telah memiliki tiga orang anak.

"Anak kami itu ada tiga, yang besar sudah menikah, lalu yang kedua masih kelas 1 SMK, dan terakhir, Kesya kelas 2 SD," jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban, Made Parta mengatakan, bahwa keluarga mendapatkan informasi dari kepala desa.

"Awalnya sekali dapat kabar dari kepala desa, kita mendapatkan informasi ada mayat di Baturiti. Kemudian, kita mengecek berdasarkan informasi tersebut, lalu ke Polsek Baturiti dan disarankan sama kepolisian untuk melakukan pengecekan ke rumah sakit," tutupmya. 

Kesya sudah mulai bisa tersenyum

Berita Terkait
Selengkapnya