Hampir 2 tahun secara brutal diteror tetangga, warga Depok pilih jual rumah
Intensitas teror yang dialami keluarga Azis semakin meningkat. Selain gangguan verbal yang hampir terjadi setiap hari, pagar rumah mereka juga pernah mengalami kerusakan akibat ditendang pelaku pada Rabu (15/7).
Lebih jauh lagi, Novita menceritakan pengalaman mengerikan saat keluarganya pernah diancam dengan golok pada momen Lebaran.
"Culture shock ya Mas," ungkap Novita dengan nada kecewa.
Ia mengaku sangat menyesal telah pindah ke lingkungan tersebut, merasa bahwa kenyamanan dan ketenangan hidup keluarganya telah direnggut secara paksa.
Melihat kondisi yang tak lagi kondusif dan terus-menerus dihantui rasa tidak aman, keluarga Azis Suraji akhirnya membulatkan tekad untuk menjual rumah mereka.
Novita menegaskan bahwa keputusan ini diambil murni karena kenyamanan hidup mereka sudah sangat terganggu dan tidak ada lagi harapan untuk hidup tenang di sana. Sebelumnya, sempat ada tawaran untuk bertukar rumah, namun rencana tersebut urung terlaksana setelah calon penukar mengetahui reputasi tetangga pelaku.
Merasa tidak ada jalan lain, keluarga Novita akhirnya melaporkan serangkaian teror ini ke pihak kepolisian. Laporan polisi (LP) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK telah diajukan pada pertengahan Juli.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka mengonfirmasi adanya laporan tersebut pada Kamis (16/7), dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam.
Polres Metro Depok telah mengambil langkah cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman keluarga Azis Suraji.