Kendarai motor legendaris Yamaha RX-King, aktor Gary Iskak tewas kecelakaan
Karena motor impor ini hanya bertahan singkat, pabrikan Jepang kemudian bekerja sama dengan insinyur lokal untuk mengembangkan versi yang lebih cocok bagi pengendara Indonesia.
Hasilnya adalah Yamaha RX-King resmi dirilis pada 1983 dengan mesin 2-tak 135 cc, teknologi Yamaha Energy Induction System (YEIS), tangki bersudut, lampu kotak, dan setang tinggi berjuluk “kobra.” Mesin 2-tak ini memberikan akselerasi cepat dan tenaga maksimum di putaran rendah, membuat RX King berbeda dari motor kompetitor 4-tak pada era itu.
Seiring waktu, Yamaha RX-King terus berevolusi. Pada 2006, Yamaha merilis New Yamaha RX-King dengan sistem pengolahan gas buang lebih ramah lingkungan dan knalpot ber-catalytic converter, meski fisiknya berubah, termasuk lampu bulat menggantikan lampu kotak klasik.
Meski demikian, perubahan ini tetap mempertahankan karakter ikonik RX King sebagai motor sport legendaris.
Sejak kelahirannya hingga penghentian produksi resmi pada 2009, lebih dari 1 juta unit RX King telah terjual. Untuk mengenang legendanya, Yamaha bahkan merilis edisi terbatas RX King, menandai perjalanan motor ini selama lebih dari 30 tahun.
Di masyarakat, Yamaha RX-King memang hingga kini masih mendapatkan stigma negatif sebagai motor jambret. Stigma ini lebih kepada persepsi sosial akibat sebagian oknum yang menggunakan motor cepat ini untuk aksi kriminal, bukan karakter motor itu sendiri.
Nyatanya, RX King dicintai karena performa, desain gagah, dan daya tarik modifikasi yang unik.