Kematian Karyawan Saige Cenlentang Jadi Sorotan, Keluarga Nilai Banyak Kejanggalan dan Minta Polisi Usut Tuntas
"Tanggal 6 malam abangcik minta uang Rp500 ribu karena uang kantor terpakai. Kami baru bisa transfer Rp300 ribu, dan dia bilang tidak apa-apa," ujar Andi.
Keesokan harinya, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, orang tua korban kembali mentransfer sisa uang yang diminta. Menurut keluarga, itulah komunikasi terakhir mereka dengan korban.
Namun sekitar pukul 18.30 WIB, dua rekan kerja korban berinisial F dan A mendatangi rumah orang tua korban. Ibu korban, Linda, mengatakan keduanya menyampaikan bahwa korban diduga membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp25 juta beserta satu unit sepeda listrik senilai sekitar Rp5 juta.
Menurut Linda, di hadapan keluarga, F juga menghubungi seseorang yang dipanggil Ci Evi melalui sambungan telepon dan menyampaikan informasi serupa.
Dalam percakapan tersebut terdengar arahan untuk melacak seluruh bus maupun travel yang menuju Yogyakarta karena korban diketahui masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota tersebut.
Keluarga juga mengungkapkan bahwa F meminta Kartu Keluarga (KK) asli dan KTP asli milik korban sebagai jaminan. Namun, keluarga hanya menyerahkan KK asli.
Linda menambahkan, dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa apabila dalam waktu 1 x 24 jam korban tidak memberikan kabar, persoalan tersebut akan dilaporkan.
Bahkan, menurut keluarga, disebutkan pula bahwa korban tidak akan bisa lagi bekerja dan pihak kampus tempat korban kuliah akan dihubungi sehingga masa depannya akan hancur.
Setelah pertemuan tersebut, A lebih dahulu meninggalkan rumah keluarga, kemudian disusul oleh F.