Karhutla Terus Berulang, Ketum Maung&Rajawali Hadysa Prana: Jangan Biarkan Keuntungan Sesaat Menghancurkan Masa Depan Bangsa

 
Sabtu, 17 Okt 2026  13:34

Semoga Tuhan senantiasa melindungi tanah air tercinta. Semoga kelak, anak-anak kita bisa bernapas lega di bawah langit yang biru kembali. Itulah harapan sederhana, namun paling besar yang bisa kita titipkan untuk masa depan."*

Karhutla bukan musuh yang datang tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari kelalaian, kelambatan, dan sikap acuh tak acuh yang terus dibiarkan dari tahun ke tahun. Memadamkan api memang penting, tapi mencegahnya berkobar jauh lebih mulia dan jauh lebih murah harganya dibandingkan kerugian yang ditimbulkan.

Hadysa Prana mengingatkan: "Bumi tidak mewarisi kita. Kitalah yang meminjamnya dari anak cucu kita. Jangan kembalikan dalam keadaan hangus dan berasap."

Semoga seruan ini menggema, bukan sekadar terbaca, tapi benar-benar menyentuh hati dan menggerakkan langkah kita semua — dari yang memegang kebijakan, yang menegakkan hukum, hingga kita yang hidup di tengah masyarakat. Karena menjaga bumi bukan tugas satu pihak saja. Itu tugas kita semua.

 (Yogi/team)

Berita Terkait
Selengkapnya