Roy Suryo cs ngeyel, kasus fitnah ijazah Jokowi terang benderang sebuah operasi politik

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bersama tim kuasa hukum. (istimewa)
Selasa, 16 Des 2025  23:23

Tentang tudingan adanya "orang besar" di balik kasus tersebut, Syafei mengiyakan.

"Logikanya begitu, pasti ada. Bagaimana pembodohan publik secara massal dan sistematis ini bisa berlangsung dalam waktu yang begitu lama, ada satu stasiun tv yang seperti memberi panggung khusus, lalu ada tokoh-tokoh yang awalnya terlihat netral, tapi kemudian semakin terlihat tidak masuk akal komentarnya di kasus ini seperti Mahfud MD dan Susno Duaji. Tentang polisi yang kesannya, ini kesannya ya, takut-takut menetapkan tersangka, menahan, dan sebagainya," kata Syafei.

Menurutnya, ada "orang besar", ada skenario, ada kepentingan besar dan ada dana besar di belakangnya.

Terkait kepentingan politik itu Syafei menegaskan tujuannya jelas yaitu menurunkan kredibilitas Jokowi.

"Mengenai motifnya, menurut saya motif gabungan dari latar belakang yang berbeda namun memiliki kepentingan yang sama. Ada pihak yang sedang ancang-ancang untuk pilpres 2029, karena kalau kredibilitas Jokowi turun apalagi anjlok, dampaknya pasti juga elektabilitas Gibran anjlok di 2029 sehingga bisa mengurangi persaingan. Lalu ada pihak yang sakit hati baik karena pernah dicopot saat Pak Jokowi jadi presiden atau sakit hati akibat kalah pilrpres. Ada ormas radikal yang dulu dibubarkan Pak Jokowi. Lalu ada pihak yang tidak diuntungkan dengan kebijakan-kebijakan Pak Jokowi terutama terkait hilirisasi," paparnya.

Namun, Syafei meyakini saat ini masyarakat luas sudah faham arahnya kemana. Indikasinya tercermin dari tingkat kesukaan publik terhadap Jokowi yang sangat tinggi, yaitu 83% berdasarkan survei Indikator Politik.

"Yah, dibawa santai saja. Anggap saja badut-badut yang memang kayak gitu cara nyari duitnya. Anggap saja hiburan, bisa nonton orang tidak punya malu ngomong ngawur ngalor-ngidul di televisi," pungkasnya sambil tertawa.

Berita Terkait
Selengkapnya