Luar biasa! Pria ini 26 tahun sewa apartemen kosong untuk ungkap pembunuhan istrinya

Namiko Takaba, Kohei Takaba (anak), dan Satoru Takaba | SATORU TAKABA / VIA JIJI
Minggu, 14 Des 2025  14:47

Namun, yang lebih menyayat hati adalah keberadaan Yusuke. Bocah 2 tahun itu ditemukan berdiri di dekat jasad ibunya. Ia menjadi saksi bisu peristiwa mengerikan itu, sendirian di dalam apartemen bersama jenazah ibunya selama berjam-jam, namun ajaibnya ia tidak terluka sedikit pun.

II. Jejak yang Membingungkan

Polisi Prefektur Aichi segera menggelar penyelidikan besar-besaran. TKP dipenuhi petunjuk, namun semuanya seolah tak saling berhubungan. Pelaku meninggalkan jejak darah golongan B berbeda dengan golongan darah Namiko maupun Satoru. Ini menandakan tangan pelaku terluka saat serangan terjadi karena perlawanan Namiko. Ada pula jejak sepatu kets wanita ukuran 24 cm yang mengarah keluar pintu.

Namun, petunjuk paling aneh ada di dapur. Di meja, ditemukan sisa minuman susu fermentasi (sejenis Calpis atau Yakult besar) yang telah diminum. Rupanya, Namiko sempat menyuguhkan minuman kepada tamunya itu sebuah tanda sopan santun khas Jepang. Pelaku meminumnya, mungkin sebelum atau sesudah membunuh.

Anehnya, tidak ada uang atau barang berharga yang hilang. Ini bukan perampokan. Ini personal. Tetapi Namiko adalah wanita yang disukai banyak orang dan tidak punya musuh. Penyelidikan menemui jalan buntu. Teknologi DNA tahun 1999 belum cukup canggih untuk memetakan profil pelaku secara detail dari sampel yang tercampur air liur pada minuman itu.

III. Sumpah Sang Suami

Bulan berganti tahun, tahun berganti dekade. Kasus ini mulai mendingin dan dilupakan publik, menjadi Cold Case. Namun, tidak bagi Satoru Takaba. Satoru dan Yusuke kecil pindah dari apartemen itu karena trauma, tetapi Satoru mengambil keputusan gila: Ia tidak menghentikan sewa apartemen tersebut.

Setiap bulan, selama 26 tahun, Satoru membayar uang sewa untuk rumah kosong itu. Ia takut jika apartemen itu disewakan ke orang lain atau direnovasi, jejak mikroskopis yang mungkin terlewat oleh polisi akan hilang selamanya. Ia ingin menjaga TKP itu tetap utuh, menunggu teknologi masa depan yang bisa mengungkap kebenaran.


Satoru Takaba

Berita Terkait
Selengkapnya