Update gempa NTT: 9.290 warga mengungsi dan gempa susulan hingga M5,2

Salah satu rumah warga di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai hancur akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT, Sabtu 15 Agustus 2026 pagi.
Minggu, 16 Agu 2026  11:47

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi sementara ini ada 9.290 warga bertahan di titik-titik pengungsian pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data pukul 00.00 WIB tadi malam konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa

Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi.

Sementara itu ratusan warga terdampak lainnya juga dilaporkan mengungsi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan). Jadi secara keseluruhan ada 9.290 pengungsi.

Berton memastikan pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat.

Gempa susulan

Sejumlah gempa susulan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diguncang gempa besar berkekuatan magnitudo (M) 7,7 kemarin. Kekuatan gempa susulan bervariasi.

Terbaru, pada pukul 07.54 WIB gempa terdeteksi di wilayah Ruteng, Manggarai. Gempa berkekuatan M 3,3 berada pada kedalaman 22 Km.

"Mag:3.3, 16-Aug-2026 07:54:54WIB, Lok:7.93LS, 120.62BT," tulis BMKG melalui akun media sosialnya, dikutip detikcom, Minggu (16/8/2026).

Berita Terkait
Selengkapnya