Disdik Sumsel Pastikan Palembang Aman, Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Pelajar

Kepala bidang SMK Disdik Sumsel
Kamis, 20 Agu 2026  15:20

PALEMBANG, Aliansinews"— 

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Palembang pasca-beredarnya isu keresahan atau aksi antarpelajar berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Likwanyu, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat menanggapi berbagai rumor dan disinformasi yang sempat berseliweran di media sosial, seperti grup WhatsApp, Instagram, hingga Facebook, mengenai dugaan aksi balasan antarpelajar.

"Alhamdulillah, Kota Palembang aman dan nyaman. Pada tanggal 17 Agustus lalu tidak dikotori oleh hal-hal seperti yang terjadi di daerah lain," ujar Likwanyu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Disdik Sumsel langsung menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan agar segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah. Sebagai tindak lanjut turunan, pihak sekolah juga diminta mengeluarkan imbauan serupa kepada para orang tua murid.

Disdik Sumsel menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh konten provokatif di ruang digital.

Selain itu, Disdik Sumsel aktif menjalin komunikasi intensif dengan jajaran kepolisian, baik dari pihak Polda Sumsel maupun Polrestabes Palembang, beserta unsur TNI. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan patroli bersama yang digencarkan mulai malam tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026. Tim Satgas khusus dari sekolah bersama unsur keamanan juga dikerahkan untuk memantau titik-titik kumpul pelajar guna mencegah potensi gangguan keamanan.

Likwanyu menjelaskan bahwa insiden yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipicu oleh dinamika di dunia maya ketimbang gesekan fisik langsung di lapangan. Kemudahan teknologi digital membuat eskalasi emosi antarremaja mudah terbangun secara virtual hanya melalui hitungan detik.

"Kalau dulu tawuran terjadi karena kesinggungan langsung atau mempertahankan jati diri secara fisik, sekarang cukup disulut sedikit melalui digital lewat WhatsApp. Padahal faktanya tidak sebesar itu," jelasnya.

Berita Terkait
Selengkapnya