Beberapa bandara rusak akibat gempa, penerbangan ke NTT tetap beroperasi

Bandara Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026). 
Rabu, 19 Agu 2026  08:43

Di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, kerusakan terjadi pada partisi dinding kaca gedung terminal lantai dua. Perbaikan struktur dan pengamanan area dilakukan untuk mencegah risiko terhadap pengguna jasa.

Sementara itu, Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mengalami kerusakan pada arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat dan kantor, dinding PKP-PK, serta menara. Pembersihan dan evaluasi struktur lanjutan masih dilakukan, sedangkan sisi udara dinyatakan tetap aman untuk melayani penerbangan.

Kerusakan ringan juga ditemukan di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere. Kerusakan meliputi plafon dan kaca terminal lantai dua, sedangkan landas pacu (runway) dan apron berada dalam kondisi baik.

Bandara Soa Bajawa turut terdampak gempa. Kerusakan ditemukan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding dan kolom sejumlah bangunan.

Selain itu, terdapat retak memanjang pada runway Bandara Soa Bajawa. Mitigasi dilakukan dengan membersihkan material, mengamankan peralatan, menggunakan VHF-A/G portable, serta menempatkan armada PKP-PK di luar gedung sebagai antisipasi gempa susulan.

Lukman menegaskan operasional seluruh bandara tetap berjalan. Namun, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Bandar udara tetap beroperasi, tetapi keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Kemenhub memastikan aspek keselamatan terus menjadi perhatian dalam pengoperasian bandara terdampak. Area yang dinilai berisiko dibatasi aksesnya tanpa mengganggu pelayanan penerbangan.

Berita Terkait
Selengkapnya