Viral di Medsos, Miskomunikasi Guru dan Wali Murid SMK N 7 Palembang Berujung Laporan Polisi
Zulinto menyebut, laporan yang disampaikan saat ini masih dalam tahap awal pemeriksaan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa kebenaran semua bukti dan pernyataan yang beredar.
“Kami hormati proses hukum yang berjalan. Biarlah penyidik yang menilai siapa yang benar dan siapa yang tidak,” katanya.
Kehadiran ratusan guru di Polda Sumsel hari itu, kata Zulinto, bukan bentuk tekanan, melainkan solidaritas moral kepada rekan sejawat.
“Kalau hari ini ada 200 guru datang, jangan kaget kalau besok bisa dua ribu yang ikut. Ini bukan ancaman, tapi wujud kekompakan kami,” ucapnya dengan nada tegas.
Meski begitu, PGRI tetap membuka ruang damai. Zulinto menegaskan bahwa penyelesaian kekeluargaan tetap menjadi pilihan terbaik agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Kami para guru tidak ingin berkonflik. Kami hanya ingin mengajar dengan tenang, mendidik dengan tulus, dan menjaga nama baik profesi,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial.
“Jangan mudah mengunggah hal-hal yang bisa memperkeruh suasana. Apalagi sampai menuduh tanpa bukti. Dunia maya bukan tempat untuk menghakimi,” pesan Zulinto.
Zulinto menutup keterangannya dengan nada teduh, “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa komunikasi yang salah bisa berujung panjang jika tidak disikapi dengan bijak.”(Manda)