Direncanakan Sebagai Sentra Batik Tahun Ini, Tapi Bisnis Esek-esek Terselubung dan Perjudian di Pasar Joko Tingkir Sragen Tak Kunjung Bersih

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Dok)
Kamis, 19 Jan 2023  10:01

“Memang kemarin saya mendapatkan kabar, tidak hanya aktivitas bisnis negatif esek-esek atau prostitusi saja. Malahan ini ditambah lagi dengan jelas adanya permainan judi capjikia di dalam pasar Joko Tingkir itu. Saya harap aparat kepolisian bisa tegas memberantas judi. Disisi lain, pasar itu nantinya bakal kami bangun sebagai sentra batik,” terangnya.

Tambah Bupati Sragen, terkait pembangunan Pasar Joko Tingkir yang bakal dijadikan sentra batik itu akan dimulai setelah pedagang lama nantinya boyongan pindah ke Pasar Sukowati yang direncanakan bulan depan.

Sementara pihak dinas pun sudah di dorong untuk mempercepat prosesnya lelang dan sebagainya agar tidak adanya keterlambatan dikemudian hari.

“Tolong teman-teman Polres agar diberantas judi itu. Jangan sampai nanti pas pembangunan pasar dimulai malahan masih ada transaksi negatif dan perjudian di situ. Mudah-mudahan kawasan itu akan kita buat ruang terbuka hijau." tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama juga merespon dan mengaku siap menindaklanjuti keluhan adanya aktifitas negatif khususnya transaksi perjudian terselubung di Pasar Joko Tingkir tersebut.

“Kita mendukung sepenuhnya program pemkab. Setelah pasar direvitalisasi, kita harus menjaga bersama jangan sampai penyakit masyarakat tumbuh lagi di lokasi tersebut,” tegasnya.

Kapolres Sragen Pieter berencana juga menggandeng Polisi Pamong Praja untuk aktif meningkatkan kegiatan patroli bersama, hal itu guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Pengamanan pasar, Polisi PP juga harus aktif patroli dan cek kondisi di dalam pasar. Dari sisi kami, saat ada info terkait judi, tentu akan kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya. (*)


Editor: Awi

Berita Terkait
Selengkapnya