Banjir berhari-hari lumpuhkan aktivitas warga Kota Semarang
"Mau beraktivitas kesulitan. Saya tidak bisa berjualan," kata penjual nasi keliling ini.
Sejak banjir merendam sepekan ini, Roisah mengaku kesulitan pergi ke pasar utuk belanja bahan untuk dimasak.
"Kalau mau maksa ke pasar juga tidak bisa. Harga bahan baku juga naik," ujarnya menambahkan.
Masih di Tambakrejo, Dina Amalia, 18 tahun, sudah lebih dahulu mengungsi ke kamar kos temannya pada hari ini.
Hujan sejak pagi hingga siang memicu banjir masuk ke kamar kosnya.
"Banjir di dalam kamar sampai mata kaki. Di luar kamar, selutut," kata mahasiswi semester pertama di Universitas Islam Sultan Agung tersebut.
Dia lantas pindah sementara ke kamar kos temannya yang berada lebih tinggi.
Berbeda dari Dina, Arini Putri Nur Zaniyah, 22 tahun, mengaku banjir saat ini bukan kali pertama yang dialaminya selama menjalani hidup dengan kos.
Mahasiswa semester tujuh ini mengatakan saban musim hujan merasakan banjir.