BMKG Keluarkan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi untuk Provinsi Jawa Barat Dasarian II November 2025
BMKG meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BPBD dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, termasuk menyiagakan tim evakuasi serta sarana prasarana darurat di titik-titik rawan.
Penjelasan Meteorologis
Kepala BMKG Jawa Barat, Dr. Reni Kurniawati, menjelaskan bahwa fenomena curah hujan tinggi pada periode ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), serta anomali suhu muka laut positif di perairan selatan Jawa dan Samudra Hindia bagian timur.
“Penguatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat menyebabkan peningkatan awan hujan di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini diperkuat dengan adanya konvergensi angin di wilayah selatan dan tengah Jawa Barat yang memicu potensi hujan lebat disertai petir,” ujarnya.
Rekomendasi BMKG
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk:
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
- Memastikan saluran drainase dan sungai dalam kondisi bersih agar air hujan dapat mengalir lancar.
- Menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor, bantaran sungai, serta lereng curam.
Mempersiapkan jalur evakuasi dan rencana darurat keluarga, terutama di wilayah yang masuk kategori siaga dan awas.