LRT gangguan bikin penumpang jalan kaki di pinggir rel, ketiadaan jalur evakuasi dipertanyakan
"Dari walkway, petugas kemudian memandu pengguna menuju stasiun terdekat dengan pendampingan," tukasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pengelola LRT Jabodebek.
Ia menegaskan pentingnya simulasi dan sosialisasi keselamatan bagi penumpang.
"Seharusnya ada simulasi rutin. Kalau di pesawat saja penumpang diberi arahan darurat, transportasi publik di darat juga seharusnya begitu. Sosialisasi bisa dilakukan lewat tayangan di stasiun atau di dalam rangkaian kereta," kata Djoko.
Djoko juga menyoroti minimnya alternatif evakuasi bagi penumpang yang tak mampu berjalan di jalur layang.
Menurutnya, operator wajib menyediakan opsi evakuasi lain bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak kecil, maupun penumpang dengan disabilitas.
"Memang paling mudah jalan kaki, tapi kalau ada penumpang yang takut atau tidak sanggup, jangan dipaksakan. Bisa saja minta bantuan Damkar atau alat khusus untuk mengevakuasi mereka dengan aman," ujarnya.