Dugaan Keterlibatan Oknum Tenaga Ahli DPMD Kab. Bogor dalam Permainan Kotor Desa Digital, Begini Modusnya

 
Jumat, 15 Agu 2025  16:19

"Keterangan yang kami dapat dari desa-desa bermacam-macam. Ada yang mengatakan murni penawaran biasa, ada yang mengatakan atas rekomendasi oknum TA si D itu, ada yang mengatakan D dibawa-bawa, ada pula yang mengatakan mendapat semacam ancaman jika tidak bergabung LPJ desanya akan dikorek-korek," paparnya.

Sampai di situ, menurutnya, keterlibatan oknum D masih sanar, apakah terlibat aktif ataukah sekedar dicatut atau dibawa-bawa.

"Namun ada petunjuk kuat bahwa D ini bukan sekedar dicatut, tapi diduga kuat terlibat aktif dengan bukti undangan pelatihan di salah satu hotel di Dramaga pada bulan Juli lalu, di mana terdapat nama dan foto D dalam kapsitasnya sebagai ketua umum LSM," jelas Syafei.

Petunjuk penguat lainnya adalah piagam penghargaan ke desa-desa yang bergabung atau akan bergabung oleh LSM tersebut, yang terdapat foto, nama dan tandatangan D.

"Jadi ini LSM memberikan piagam kepada lembaga pemerintahan, yaitu desa. Soal aturan bisa diperdebatkan, tapi kalau soal kepatutan ya ini `sok-sokan," imbuh Syafei.

Desa-desa yang sudah mendapat piagam tersebut di antaranya di Kecamatan Leuwisadeng, Leuwiliang dan Nanggung.

"Ada pula informasi di Kecamatan Cibungbulang, namun belum kami konfirmasi ulang. Termasuk yang belum terkonfirmasi apakah ada imbalan tertentu terkait piagam tersebut apabila belum `deal` soal aplikasi desa digital. Ya, karena kades-kades agak kurang terbuka, agak takut-takut memberikan keterangan," imbuhnya.

Kekurang terbukaan kades-kades itu bisa dimaklumi oleh Syafei, mengingat oknum D iitu -berdasarkan keterangan kades- tanda tangannya menentukan pencairan dana untuk desa.

Berita Terkait
Selengkapnya