Terkena Aturan Solar Subsidi, Pengemudi Pajero Ngamuk di SPBU

Terkena Aturan Solar Subsidi, Pengemudi Pajero Ngamuk di SPBU
Foto: Tangkapan layar Youtube
JATENG
Sabtu, 31 Des 2022  12:48

Masyarakat digegerkan dengan beredarnya rekaman video ngamuknya pemilik kendaraan roda empat atau mobil Pajero Sport di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah.

Rekaman ngamuknya pemilik mobil Pajero Sport itu beredar luas juga di media sosial. Terlihat bahwa pemilik mobil Pajero Sport itu marah-marah dan membanting EDC yang digunakan sebagai alat pendaftar kendaraan di MyPertamina untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi.

Berdasarkan informasi yang beredar, pemilik Pajero Sport yang ngamuk itu tidak terima lantaran harus mendaftar di MyPertamina untuk mendapatkan Solar Subsidi.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Ganjar Minta Kapal Pelni Jemput 305 Wisatawan yang Terjebak di Karimunjawa

Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah kendaraan roda empat sudah wajib daftar MyPertamina untuk mendapatkan BBM Pertalite dan Solar Subsidi? Apa dasar hukumnya?

Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menyebutkan bahwa mobil yang belum terdaftar dalam Subsidi Tepat MyPertamina masih dapat membeli BBM Pertalite dan Solar Subsidi.

Dia mengatakan pembelian BBM JBKP Pertalite dan Solar Subsidi bisa dilakukan dengan catatan, kendaraan yang hendak membeli BBM jenis tersebut sudah tercatat nomor polisinya. "Yang belum daftar Subsidi Tepat MyPertamina masih bisa beli BBM Pertalite dan Solar Subsidi dengan dicatat nomor polisinya," ungkap Brasto. 

Brasto menambahkan, ketentuan mobil yang harus didaftarkan adalah untuk mobil pengguna BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi. Selain itu, Dia menyebutkan konsumen yang mampu dan menggunakan kendaraan modern dan bagus sebaiknya menggunakan BBM non subsidi.

Baca juga: Perizinan Resto & Taman Axelia Ambarawa Resmi dan Lengkap, Tidak Ada Peraturan yang Dilanggar

"Mobil yang harus didaftarkan adalah mobil pengguna Pertalite dan Solar. Namun kami mengimbau konsumen yang mampu apalagi menggunakan kendaraan bagus dan modern agar menggunakan BBM non subsidi," jelasnya.

Adapun, Brasto menjelaskan ketentuan pencatatan nomor polisi bagi kendaraan roda empat (mobil) yang hendak mengisi BBM bersubsidi sudah didukung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Hal:
1
2
Berikutnya
Formasi Indonesia Satu Jaro Ade
TAG:
purbalingga
solar subsidi
spbu
pertamina
jawa tengah
Berita Terkait
Selengkapnya